Terjebak Dalam Kontaminasi Nostalgia

15 May

Saya sudah sejak lama menggemari musik. Sejak kecil telah terkontaminasi oleh berbagai jenis musik. Tumbuh kembang pula bersama orang tua yang memang musisi (pada zamannya) di Samarinda. Sehingga saya memang hingga saat ini tak bisa lepas dengan yang namanya musik. Musik pun seakan tak mau lepas pula dari telinga saya untuk terus selalu mengusik disetiap waktu. Apapun iramanya, saya dengar, apapun liriknya, saya dengar, apapun yang ditawarkan saya jajal. Dengan itu saya tak pernah memilih-milih dalam mendengarkan musik, selagi nyaman dikuping saya dengar, sekalipun itu hardcore, metal, progressive hingga dangdut. Dari kegemaran itulah, sejak zaman sekolah, saya sudah berlangganan majalah yang sedikit banyaknya membahas mengenai musik.

Dari majalah itulah, pekan ini saya terjerumus kembali menuju lorong waktu masa kecil saya akan musik. Musik yang mengalun merdu di  tiap harinya dimasa kecil saya, terutama zaman sekolah dasar. Yak.. di majalah HAI yang telah lama saya menjadi pelanggannya itu membahas mengenai sebuah Band Indonesia yang namanya melejit dari dahulu hingga kini. Band tersebut mempunyai andil besar dalam memberi pengaruh selera musik saya.

Sheila On 7 (red: Selaonsefen) berhasil menjadi sebuah artikel di majalah langganan saya itu hingga menguasai 6 halaman pada edisi 6 mei 2013. Topik yang dibahas adalah pencapaian mereka hingga usia ke 17 tahun. Itu bukan pencapaian yang instan menurut saya, karena dalam sebuah band apapun pasti pernah mengalami pasang surut nya kehidupan dalam band nya termasuk pula SO7 dan keberuntungan masih berpihak terhadap mereka, sehingga masih eksis sampai saat ini.

image: freska

Cover Majalah HAI #18 6-12 Mei 2013

Seperti yang saya cantumkan pada judul, bahwa saya benar-benar kembali dibawa dalam mesin waktu lalu terjebak dalam kontaminasi nostalgia masa kecil saat gandrung mendengarkan album-album mereka. Yak.. album, dahulu album benar-benar dikemas sunggu luar biasa, dimana seluruh lagu diproduksi begitu maksimal sehingga mampu menjadi hits demi hits dari masa ke masa. Itulah yang saat ini saya rasakan kembali, saat membuka kembali album demi album mereka (selaonsefen) untuk kembali saya putar di telinga saya akhir-akhir ini.

Kerinduan akan masa kecil yang senang bergaya “tak jelas” bak seorang musisi di depan Tape Recorder (pada zamannya) kembali membayang di pikiran saya. Lucu memang jika kembali pada masa itu, akan tetapi tak ada yang dapat mengalahkan itu semua, karena beruntung sekali masih menikmati masa tersebut, terlebih jika dibandingkan dengan masa sekarang.

Saat ini tak ada yang mampu mengalahkan pencapaian mereka. Pahlawan musik yang mampu menelurkan album demi album, lalu didalam album tersebut masing-masing melahirkan bejibun hits demi hits pula yang tak lekang oleh waktu. Sebut saja Sheila On 7, Peterpan (sekarang Noah), Gigi, Radja, Dewa (dulu Dewa 19), Padi. Mereka semua yang menemeni telinga saya saat masa kecil hingga tumbuh seperti sekarang. Mereka pulalah yang membangkitkan gairah untuk belajar menjadi seorang musisi, baik bermain drum, gitar dan bass.

Menarik jika kita melihat pencapaian band-band tersebut, hingga berusia belasan seperti saat ini. Produksi album dahulu jauh berbeda seperti saat ini. Banyak yang hanya mengeluarkan sebuah hits lalu melejit kemudian tenggelam ditelah arus persaingan kancah blantika musik Indonesia. Berbeda dengan mereka yang benar-benar memproduksi sebuah album yang didalamnya terdapat lagu-lagu brilian yang hingga kapanpun bakalan tak bakal basi untuk didengar, lalu albumnya akan menjadi sebuah sejarah indah didalam lemari koleksi kita hingga saat ini sampai kapanpun itu.

Andai saja masa itu kembali lahir dikemudian hari, walaupun dengan format baru. Band-band tersebut mengalami reinkarnasi lalu menciptakan album-album long lasting. Diantaranya sudah mulai mencoba, seperti Peterpan yang bereinkarnasi menjadi Noah mulai mengeluarkan album yang seluruh isinya “lumayan” untuk bisa dikatakan album long lasting walau tak sebooming mereka yang terdahulu. Sampai saat ini saya terus menantikan itu kembali lagi, membeli sebuah album yang disuguhkan produksi baru yang maksimal dan menjadi sebuah “kenangan terindah” dalam angan kita.

Kembali ke SO7 yang ketika majalah Hai membuat artikel tentang “17 tahun pencapian mereka”, lalu saya mengumpulkan lagu-lagu mereka kembali dan mendengarkannya lagi. Nostalgia bercampur emosi masa kecil kembali menyeruak dalam hasrat saya. Mendendangkan bait demi bait lagu-lagu mereka, mengambil gitar untuk sekedar mencari chord gitar mereka, semua kembali saya lakukan akhir-akhir ini dan itu seperti akan membuka lembaran masa kecil nan indah saya dahulu.

Anda pun mungkin setuju dengan ini, ingin mengulang masa kecil (masa lalu), untuk kemudian menikmatinya kembali, menikmati apa yang dahulu menjadi kawan kita dan salah satunya adalah musik. Kembalilah pada harfiahnya, memproduksi album yang berisi lagu demi lagu yang mampu menghipnotis banyak orang hingga menjadi sebuah memorable suatu saat nanti. Bukan sekedar membuat lagu sebiji saja (tak memproduksi album) yang hanya untuk kepentingan bisnis semata tanpa memikirkan bagaimana pendengar mampu menerimanya kedalam telinga mereka hingga menempel betah sampai suatu saat nanti. Memang itu bukan pekerjaan yang mudah, namun itulah yang menjadi tantangan para musisi yang benar-benar membuat lagu dalam  rule nya sebagai seorang seniman, walaupun kita mesti tetap menghargai karya-karya yang dibuat musisi saat ini.

diskografi komplit Sheila On 7 punya @masjaki

Hey semua orang teriaklah ditelingaku

Hey semua orang hancurkanlah tempat tidurku

Hey semua orang buatlah aku terjaga

Pagi yang menakjubkan – Eross Chandra

– MNFitrian –

Advertisements

5 Responses to “Terjebak Dalam Kontaminasi Nostalgia”

  1. Fakhri Zakaria 15 May 2013 at 11:05 am #

    Belum komplit sebenarnya. Masih kurang satu album OST. 30 Hari Mencari Cinta yang belum saya dapat CD-nya (dulu ada kasetnya tapi sudah jamuran)

    • Muhammad Nur Fitrian 15 May 2013 at 11:38 am #

      tapi setidaknya itu menurut saya sudah komplit mas plus keren pula karena bertanda tangan lengkap, dan mohon izin untuk menampilkan pict nya mas di dalam postingan saya ini.. terima kasih 🙂

      • Fakhri Zakaria 15 May 2013 at 12:19 pm #

        Hehe, silahkan, dengan senang hati

  2. apurie 27 May 2013 at 8:51 am #

    wah saya ketinggalan edisi ultah, padahal kemaren di Gramed sempat megang..

    • Muhammad Nur Fitrian 27 May 2013 at 9:58 am #

      wah.. sangat disayangkan sekali, nih ta’ pinjemin mas.. *sodorin majalah hai edisi sheila*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: